Example floating
Example floating
BanjarInfo DesaSerba-Serbi

Petani di Kab. Banjar Bertahan di Tengah Kemarau, Pompa Kementan Selamatkan Pertanaman Padi

29
×

Petani di Kab. Banjar Bertahan di Tengah Kemarau, Pompa Kementan Selamatkan Pertanaman Padi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Foto Ilustrasi: Masyarakat sedang melaksanakan gotong royong memanen padi di Sawah

Martapura, PancarBanuaNews — Di tengah ancaman kemarau panjang yang membuat sebagian lahan pertanian mengalami kekeringan, petani di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menunjukkan kegigihan mempertahankan pertanaman padi hingga memasuki masa panen.

Salah satunya Kelompok Tani Sri Tunggal di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur. Dari sekitar 60 hektare areal persawahan yang dikelola kelompok tani tersebut, sebanyak 5 hektare berhasil dipanen meski selama masa pertumbuhan tanaman petani harus berhadapan dengan keterbatasan air.

Example 300x600

Bagi petani, panen tersebut bukan sekadar memperoleh hasil gabah. Panen menjadi bukti bahwa tanaman yang mereka pertahankan selama berbulan-bulan akhirnya dapat diselamatkan dari ancaman kekeringan.

“Alhamdulillah masih bisa panen. Kalau air tidak ada, tanaman bisa mati. Selama ini kami berusaha mempertahankan tanaman dengan air yang ada,” ujar salah seorang petani.

Pompa Air Jadi Penopang Utama

Petani mengakui keberadaan pompa air bantuan Kementerian Pertanian menjadi salah satu faktor penting yang membantu mempertahankan tanaman padi.

Pompa digunakan untuk mengalirkan air ke lahan selama sekitar 60 hari, bahkan dioperasikan siang dan malam ketika kebutuhan pengairan berada pada kondisi kritis.

Bagi petani, dukungan tersebut terasa langsung karena tanpa pasokan air tambahan, tanaman yang sudah terlanjur ditanam akan semakin sulit dipertahankan ketika hujan tidak kunjung turun.

“Pompa sangat membantu. Air bisa dialirkan ke sawah sehingga tanaman tetap mendapatkan air sampai bisa dipanen,” kata petani.

Penggunaan pompa sekaligus membuat petani harus mengatur pengairan secara bersama-sama. Air yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin agar dapat menjangkau lahan yang membutuhkan.

Rela Berkorban Agar Sawah Tetap Menghasilkan

Mempertahankan pertanaman di tengah kemarau juga menuntut pengorbanan dari sisi ekonomi.

Biaya untuk mengolah sawah, pemeliharaan tanaman hingga memenuhi kebutuhan pengairan menjadi beban tambahan bagi petani. Bahkan, sebagian petani disebut rela menjual ternak seperti itik dan ayam untuk membantu membiayai kebutuhan usaha tani.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa hasil panen yang terlihat hari ini memiliki proses panjang. Di balik gabah yang berhasil dipanen, terdapat biaya, tenaga dan keputusan petani untuk tetap mempertahankan sawah meski kondisi cuaca tidak bersahabat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman mengapresiasi perjuangan tersebut. Menurutnya, sebagian petani memang mengalami kekeringan dan gagal panen, namun masih terdapat petani yang mampu mempertahankan pertanamannya hingga panen.

“Ini perjuangan luar biasa. Ada yang sampai berjualan itik, berjualan ayam untuk membiayai pengolahan sawah. Mereka benar-benar pejuang pertanian,” ujar Syamsir.

Panen Memberi Harapan, Tetapi Air Tetap Menjadi Kunci

Keberhasilan panen di sebagian lahan Kelompok Tani Sri Tunggal memberikan harapan bahwa produksi padi masih dapat dipertahankan ketika menghadapi musim kemarau.

Namun, dari perspektif petani, keberlanjutan produksi tetap sangat bergantung pada ketersediaan air.

Pompa dapat membantu mengambil dan mengalirkan air ke lahan, tetapi efektivitasnya juga bergantung pada masih tersedianya sumber air yang dapat dipompa. Karena itu, semakin panjang kemarau berlangsung, kebutuhan terhadap pengelolaan sumber air dan dukungan pengairan juga semakin besar.

Petani berharap bantuan pompa tidak berhenti pada pengadaan mesin. Dukungan terhadap bahan bakar, pemeliharaan pompa, pendampingan penggunaan serta penguatan sumber dan jaringan pengairan juga menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bagi petani, satu kali panen yang berhasil memang menjadi kabar baik. Namun yang lebih penting adalah bagaimana sawah tetap dapat ditanami pada musim berikutnya.

Dari Sawah Banjar untuk Ketahanan Pangan

Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah yang berkontribusi terhadap produksi pangan Kalimantan Selatan. Karena itu, kemampuan petani mempertahankan lahan pertanian di tengah kemarau memiliki arti lebih luas bagi ketersediaan pangan daerah.

Panen 5 hektare dari total sekitar 60 hektare lahan Kelompok Tani Sri Tunggal menjadi gambaran bahwa perjuangan petani, dukungan teknologi pengairan dan pendampingan di lapangan dapat membantu menjaga produksi.

Bagi petani, bantuan pompa dari Kementerian Pertanian bukan sekadar peralatan. Di tengah sawah yang mulai kekurangan air, pompa menjadi alat yang memberi kesempatan bagi tanaman untuk bertahan hingga menghasilkan.

Namun, jika kemarau panjang terus berlanjut, petani membutuhkan sistem pengairan yang lebih berkelanjutan agar produksi tidak hanya terselamatkan untuk satu musim.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *