
Banjarmasin, PancarbanuaNews – Kemegahan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin sebagai salah satu ikon masjid terbesar di Kalimantan Selatan mendapat apresiasi dari jamaah. Namun, di balik kenyamanan ruang utama masjid, terdapat fasilitas penunjang yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih.
Salah satunya kondisi keset atau karpet yang membentang dari area tempat wudu menuju ruang utama masjid. Sejumlah bagian keset disebut sudah kotor dan mengalami kerusakan.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang jamaah senior, Dr. H. Fauzan Ramon, SH, MH, warga Komplek Citraland, Banjarmasin, Kamis (18/9/2026).
Menurut Fauzan, kondisi ruang utama Masjid Raya Sabilal Muhtadin sebenarnya sudah sangat nyaman. Fasilitas pendingin ruangan atau AC juga dinilai memadai untuk menunjang kenyamanan jamaah.
Namun, ia menyayangkan kondisi fasilitas akses jamaah dari tempat wudu menuju ruang utama masjid.
“Kalau di dalam masjidnya sangat luar biasa, AC-nya lengkap dan lainnya. Tetapi saya sedih melihat sarana lainnya, yakni keset kaki yang membentang sepanjang jalan dari tempat wudu menuju ke dalam masjid sudah banyak yang hancur bahkan sudah kotor,” ujarnya.
Fauzan mengaku bukan baru kali ini datang ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ia bahkan telah menjadi jamaah di masjid tersebut selama puluhan tahun, sejak masih duduk di bangku SMA.
Karena itu, menurutnya, kondisi fasilitas penunjang tersebut cukup memprihatinkan. Terlebih Masjid Raya Sabilal Muhtadin tidak hanya menjadi tempat ibadah masyarakat, tetapi juga salah satu kebanggaan warga Kalimantan Selatan.
“Saya bangga sebagai warga Kalsel memiliki masjid semegah itu, tapi sarana dan prasarananya harus diperhatikan,” tegasnya.
Minta Keset Segera Diganti
Fauzan berharap pengelola masjid dapat segera melakukan penggantian terhadap keset atau karpet yang sudah dinilai tidak layak tersebut.
Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas sederhana seperti keset tetap penting karena menjadi bagian dari kenyamanan jamaah, terutama setelah mereka mengambil wudu dan hendak memasuki ruang utama masjid.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas jamaah biasanya meningkat tajam saat pelaksanaan Salat Jumat.
“Saya minta kepada manajemen masjid agar karpetnya itu segera diganti, apalagi besok sudah hari Jumat, jamaah pasti ribuan yang datang. Padahal harga karpet itu tidak seberapa,” katanya.
Fauzan berharap keluhan tersebut tidak dipandang sebagai kritik semata, melainkan menjadi masukan bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah.
Menurutnya, kemegahan sebuah rumah ibadah idealnya juga diikuti dengan perawatan fasilitas pendukung secara rutin sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman.
“Saya sejak masih sekolah SMA sudah menjadi jamaah masjid itu, sehingga saya sangat prihatin melihatnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Masjid Raya Sabilal Muhtadin belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan jamaah tersebut.





