
ASTAMBUL, Pancar Banua News — Pemerintah Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi usaha produktif di desa. Salah satunya dengan memberikan pelatihan budidaya ikan menggunakan teknologi sistem bioflok kepada pembakal dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Astambul.
Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tersebut dilaksanakan pada (Senin, 7 September 2026) selama satu hari di Aula Kecamatan Astambul. Peserta mendapatkan materi dan pemahaman mengenai teknologi budidaya ikan, khususnya sistem bioflok yang dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha ekonomi masyarakat.
Mewakili Camat Astambul, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Astambul Sri Avolina menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan peserta agar mampu mengembangkan budidaya ikan secara lebih baik dan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Tujuan kegiatan ini agar peserta dapat meningkatkan skill dalam budidaya ikan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Sri Avolina.
Ia berharap para pembakal tidak hanya memahami teknis budidaya ikan, tetapi juga mampu menyusun perencanaan dan memberikan motivasi kepada masyarakat di desanya.
Menurutnya, BUMDes dapat menjadi salah satu wadah strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi desa, termasuk usaha budidaya ikan yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami berharap para pembakal se-Kecamatan Astambul mampu merencanakan dan memberi motivasi kepada masyarakat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi warga melalui BUMDes,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Avolina juga menyampaikan terima kasih kepada Irwan dari Balai Benih Ikan Karang Intan yang telah memberikan materi dan pengetahuan kepada para peserta.
Peserta Antusias Berdiskusi
Pelaksanaan Bimtek berlangsung dengan antusias. Para pembakal dan pengelola BUMDes tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan teknis yang dihadapi dalam praktik budidaya ikan.
Diantara peserta yang aktif bertanya adalah Husna dan Ramli, Pembakal Kelampayan Ulu dan Pembakal Tambanga. Keduanya diketahui telah menjalankan usaha pembesaran ikan dengan menggunakan kolam beton.
Dalam sesi diskusi, Husna menanyakan mengenai ketinggian air kolam yang ideal, sedangkan Ramli terkait treatment atau perlakuan yang tepat dalam pengelolaan kolam terutama penggunaan kaporit untuk kolam, agar proses pembesaran ikan dapat berjalan optimal.
Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa sebagian peserta telah memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan usaha budidaya ikan, sehingga materi Bimtek dapat langsung dikaitkan dengan kondisi dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Astambul berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di desa masing-masing dan dikembangkan menjadi usaha produktif melalui BUMDes.
Pengembangan budidaya ikan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa di Kecamatan Astambul.





