Banjarbaru, PANCARBANUANEWS— Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Triwulan I 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) mencapai sekitar Rp1,28 triliun.
Realisasi tersebut setara 24,78 persen dari target penyaluran sepanjang 2026 sebesar Rp5,15 triliun, dengan jumlah penerima mencapai 18.001 debitur.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan penyaluran KUR dan UMi menjadi bagian penting dalam memperluas akses modal bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
“Penyaluran tersebut diberikan kepada 18.001 debitur,” ujar Catur di Banjarbaru.
Dari total penyaluran tersebut, skema konvensional masih mendominasi dengan nilai Rp1,23 triliun atau 96,39 persen. Sementara pembiayaan berbasis syariah mencapai Rp46,17 miliar atau 3,61 persen.
Kabupaten Banjar Masuk Tiga Besar Penyaluran KUR
Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan realisasi penyaluran KUR cukup besar di Kalimantan Selatan.
Hingga Triwulan I 2026, penyaluran KUR di Kabupaten Banjar mencapai Rp133,24 miliar kepada 2.123 debitur.
Angka tersebut menempatkan Kabupaten Banjar di posisi ketiga setelah Kota Banjarmasin yang mencapai Rp230,11 miliar kepada 2.560 debitur dan Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp179,67 miliar kepada 1.789 debitur.
Besarnya penyaluran tersebut menunjukkan masih terbukanya kebutuhan pembiayaan produktif bagi pelaku usaha di Kabupaten Banjar, mulai dari sektor perdagangan, pertanian hingga usaha mikro berbasis rumah tangga.
Secara sektoral, pertanian menjadi penerima KUR terbesar di Kalimantan Selatan dengan nilai Rp449,70 miliar atau 35,21 persen, yang disalurkan kepada 8.804 debitur.
Sementara berdasarkan skema, KUR mikro mendominasi dengan realisasi Rp820,84 miliar atau 64,27 persen kepada 10.298 debitur.
UMi Tambah Akses Modal Pelaku Usaha Mikro
Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga menjadi instrumen penting untuk menjangkau pelaku usaha yang belum sepenuhnya memperoleh akses pembiayaan perbankan formal.
Hingga akhir Maret 2026, penyaluran UMi di Kalimantan Selatan mencapai Rp18,43 miliar kepada 3.444 debitur.
Kabupaten Banjar kembali masuk dalam jajaran daerah dengan penyaluran terbesar. Pembiayaan UMi di Kabupaten Banjar mencapai Rp2,37 miliar kepada 439 debitur.
Posisi tersebut berada di bawah Kota Banjarmasin yang mencapai Rp3,69 miliar kepada 646 debitur dan berada di atas sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Penyaluran UMi didominasi pembiayaan berbasis syariah sebesar Rp15,85 miliar atau 86,05 persen, sedangkan skema konvensional mencapai Rp2,57 miliar atau 13,95 persen.
Sektor perdagangan menjadi penerima terbesar pembiayaan UMi dengan porsi mencapai 94 persen. Sementara skema kelompok mendominasi penyaluran dengan porsi 93,34 persen.
Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi lembaga penyalur terbesar dengan realisasi Rp15,85 miliar kepada 2.937 debitur.
Peluang UMKM Kabupaten Banjar
Besarnya penyaluran KUR dan UMi menjadi peluang bagi pelaku UMKM Kabupaten Banjar untuk meningkatkan kapasitas usaha, terutama bagi usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan modal.
Namun, akses pembiayaan perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan pengelolaan usaha. Pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan tambahan modal, tetapi juga membutuhkan kemampuan pencatatan keuangan, pemasaran digital, pengembangan produk serta pengelolaan arus kas.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, pembiayaan produktif dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menambah persediaan barang, membeli peralatan usaha maupun memperluas pasar.
DJPb Perkuat Pengawasan Penyaluran
Catur mengatakan Kanwil DJPb Kalimantan Selatan terus memperkuat monitoring dan evaluasi bersama mitra penyalur untuk memastikan pembiayaan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga penyalur perlu terus ditingkatkan agar pertumbuhan pembiayaan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
“Langkah ini penting untuk mempercepat distribusi modal yang akuntabel sekaligus menjadi penggerak ekonomi inklusif di daerah,” katanya.
Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR dan menempati posisi kedua se-Kalimantan.
Sementara untuk penyaluran UMi, Kalimantan Selatan berada di posisi ke-28 dari 34 provinsi secara nasional dan menempati peringkat ketiga se-Kalimantan.
Bagi Kabupaten Banjar, angka tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan UMKM masih menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang bagi usaha mikro untuk naik kelas.





